Kamis, 17 Maret 2011

Peta Perekonomian Kota Pontianak

• Letak Geografis
Kota Pontianak terkenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat monumen atau Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang tepat dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas yang adalah sungai terpanjang di Indonesia. Kota Pontianak merupakan Ibukota Propinsi Kalimantan Barat yang terdiri dari 6 (enam) kecamatan dan terbagi menjadi 29 (dua puluh sembilan) kelurahan dengan luas 107,82 km² .
Kota Pontianak terletak pada Lintasan Garis Khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,10 meter sampai 1,50 meter diatas permukaan laut. Kota Pontianak termasuk beriklim tropis dengan suhu yang tertinggi (berkisar antara 28-32 derajat C dan suhu rata –rata pada siang hari 30 derajat C ) Kota Pontianak terletak pada garis lintang 0 derajat bertepatan dengan garis Khatulistiwa dan 109 derajat, 20 menit, 00 detik Bujur Timur.
• Kependudukan
Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak tahun 2006 hasil Proyeksi yang menggunakan data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006 dan Sensus Penduduk tahun 2000 berjumlah 510.687 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki 256.750 jiwa dan penduduk perempuan 253.937 jiwa.
Sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464.534 jiwa, hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 4 (empat) tahun terakhir (tahun 2000- 2004), yaitu sebesar 1,76 persen pertahunnya.
Suku bangsa penduduk Kota Pontianak terdiri dari Dayak, Tionghoa, Melayu, Bugis, Suku Jawa, Suku Madura dan lainnya. Sebagian besar penduduk memeluk agama Islam (65%), Buddha dan kepercayaan Kong Hu Cu (2,8%), Protestan (4%), Katolik (24%), Hindu (0,4%) dan lainnya. Penduduk sebagian besar memahami bahasa Indonesia dan bahasa ibu masing-masing yakni bahasa Melayu, bahasa Tiociu, bahasa Khek dan berbagai variasi bahasa Dayak.
• Mata Pencaharian
Sebagian besar mata pencaharian penduduk kota Pontianak bertumpu pada industri, pertanian dan perdagangan.
1. Perindustrian
Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan industri tersebut berjumlah 3.300 orang yang terdiri dari pekerja produksi 2.700 orang dan pekerja lainnya atau administrasi 600 orang. Perusahaan industri besar atau sedang yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu 2.952 orang. Jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai investasi dan nilai penjualan dari sentra industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) terlihat bahwa sentra industri kecil jenis IHPK terbanyak adalah usaha industri makanan ringan yang terpusat di Kelurahan Sungai Bangkong dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 329 orang, nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah dan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. Sedangkan industri anyaman keladi air pada tahun 2005 ini hanya memiliki 16 unit usaha dengan nilai investasi 17,5 juta rupiah dan nilai penjualan 110 juta rupiah yang terletak di Tanjung Hulu, Pontianak Timur. Perusahaan industri besar atau sedang yang berada di Kecamatan Pontianak Utara yang didominasi oleh perusahaan industri karet.
2.Pertanian
Pada tahun 2006, jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah ubi kayu, padi, ubi rambat. Penduduk juga bertani sayuran dan lidah buaya. Tanaman buah-buahan yang banyak ada di Kota Pontianak adalah nangka, pisang serta nanas. Tanaman lidah buaya yang kini gencar diproduksi di Kota Pontianak.
Perternakan di kota Pontianak terdiri dari sapi (potong dan perah), kambing, babi dan ayam (ras dan buras).
3.Perdagangan
Perdagangan merupakan salah satu usaha yang berkembang pesat di Kota Pontianak. Perdagangan modern mulai berkembang pada tahun 2001 dengan berdirinya Mal Matahari Pontianak di Pontianak Kota. Pusat perbelanjaan modern mulai dibangun di berbagai sudut kota, seperti Mal Pontianak dan Ayani Mega Mall Pontianak (Pontianak Selatan). Berbagai perusahaan retail nasional mulai mendirikan usahanya di Pontianak.
• Pariwisata
Pariwisata Kota Pontianak didukung oleh keanekaragaman budaya penduduk Pontianak, yaitu Dayak, Melayu dan Tionghoa. Tempat-tempat wisata sejarah dapat dinikmati oleh pengunjung lokal ataupun non lokal. Sekitar 100 Meter dari Sungai Kapuas Kecil, disana terdapat bangunan tua bernilai sejarah yakni Keraton Kadriah atau juga dikenal Istanah Kadriah.
Keraton Kadriah pertama kali dibangun oleh Sultan Pontianak keenam, Sultan Syarif Mohamad Alkadrie pada 1923. Di dalam keraton ini tersimpan beberapa benda bersejarah peninggalan sang sultan antara lain pakaian kesultanan dari sultan-sultan yang berbeda, tahta kesultanan, tongkat penobatan, meriam, dan ranjang tidur antik. Yang paling menarik singgasana sultan yang berwana kuning keemasan dan cermin seribu wajah berukuran besar. Di depan Keraton ada dua meriam kuno berusia ratusan tahun. Sebelum mernasuki keraton terdapat gapura sebagai pintu masuk. Bentuknya melengkung seperti masuk benteng-benteng gaya Eropa. Sekitar 200 Meter dari keraton terdapat Masjid Keraton yang kemudian disebut Masjid Jami Pontianak. Masjid ini berdiri dipinggir Sungai Kapuas Kecil.
Wisata sejarah lainnya yaitu Museum Negeri Propinsi Kalbar di Jalan Jendral Ahmad Yani, Pontianak. Museum ini terbagi atas tiga ruang pamer. Ruang pengenalan memamerkan koleksi geologi, pertambangan, foto-foto situs dan artifak di Kalbar. Selain itu bermacam koleksi arkeologi, historika berupa pakaian raja, bangsawan dan lainnya. Di ruang Etnografi terdapat koleksi etnografi Suku Dayak dan Melayu antara lain peralatan rumah tangga dan kesenian. Sedangkan di ruang keramik bermacam keramik dari China, Thailand, dan keramik lokal.
Wisata yang paling diminati oleh para pengunjung yang bersinggah di Kota Pontianak yaitu menyusuri Sungai Kapuas. Melewati kawasan perdagangan Kapuas Besar yang merupakan pusat perekonomian tertua di Pontianak dan tepian Alun Kapuas sebagai pusat perdagangan modern. Dari atas kapal kita bisa melihat aktivitas masyarakat yang tinggal di perkampungan air, ada yang mandi, mencuci, dan hilir mudik sampan serta perahu lain.

Sungai Kapuas dengan dua anak sungainya yakni Sungai Kapuas Kecil dan Landak merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang 1.143 Km dan lebarnya 400-700 Meter. Aliran yang dapat dilayari sepanjang 800 Km atau hingga ke Kabupaten Kapuas Hulu.

Sungai Kapuas dengan dua anak sungainya membelah Kota Pontianak menjadi 3 bagian, yakni Pontianak Barat dan Selatan, Pontianak Timur, dan Pontianak Utara. Keberadaan Sungai ini sangat penting bagi Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya sebagai pusat jalur perdagangan dan transportasi kota bahkan provinsi.

Sumber :
1. http://www.pontianakkota.go.id/?q=tentang/geografi-dan-topografi-wilayah
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pontianak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar